Recent Posts

Halo sahabat selamat datang di website homecare24.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Mitos Seputar Psikoterapi yang Salah Kaprah oleh - homecare24.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Psikoterapi adalah perawatan untuk membantu orang-orang yang memiliki masalah mental atau sedang mengalami kesulitan emosional. Sesi terapi dilakukan dalam bentuk interaksi, di mana pasien akan menceritakan keluh kesahnya pada terapis yang akan membantu mencari cara untuk mengatasinya.

Meski merupakan sesi yang sangat bermanfaat, sayangnya masih banyak mitos psikoterapi yang masih dipercaya banyak orang.

Mitos-mitos psikoterapi yang tak perlu dipercaya

Psikoterapi sebenarnya bisa menjadi salah satu cara yang paling baik yang bisa bantu mengatasi berbagai beban yang mengganjal di hati. Namun, berbagai mitos yang masih menyeliputi membuat banyak orang maju mundur untuk melakukannya. Lantas, apa saja mitos-mitos tersebut?

1. Psikoterapi hanya untuk orang yang mentalnya terganggu

Bunuh diri covid-19

Mitos satu ini mungkin telah menjadi stigma yang paling banyak beredar di masyarakat. Seringnya, orang-orang ragu untuk melakukan psikoterapi karena takut akan mendapatkan berbagai pertanyaan yang memojokkan atau dianggap sakit mental.

Padahal, seseorang tak harus terkena gangguan mental untuk mendapatkan pelayanan psikoterapi. Terapis dalam psikoterapi sendiri adalah profesi berbasis luas, yang artinya cakupan kekhawatiran yang diterima sangatlah beragam.

Anda bisa saja mengonsultasikan hal-hal yang sedang mengusik hati seperti masalah asmara atau hubungan dengan orang terdekat. Beberapa orang juga memanfaatkan psikoterapi sebagai bantuan pengembangan diri yang akan berguna untuk menggapai karier.

2. Psikoterapi tidak akan membantu Anda

suasana hati buruk

Beberapa orang berpikir bahwa pergi ke psikoterapis adalah hal yang sia-sia dan tidak akan membantu mereka. Banyak yang mengira sesi psikoterapi hanya diisi dengan pasien yang bercerita dengan terapis yang hanya mendengarkan.

Nyatanya, terapis tak hanya mendengar dan mencatat. Mereka juga akan membantu mencarikan solusi untuk permasalahan Anda. Hanya saja, mereka juga membutuhkan waktu untuk mengetahui pola perilaku yang biasa Anda lakukan ketika menghadapi sesuatu.

Terapis memang terkesan diam dan tidak menanggapi atau malahan langsung memberi solusi. Hal ini karena terapis harus mempertimbangkan beberapa hal secara hati-hati sebelum memberi tahu cara apa yang sekiranya dapat dilakukan untuk mengatasi masalah hidup Anda.

Terapis juga akan memberikan beberapa pertanyaan untuk mendapat jawaban yang sekiranya bisa menjadi elemen kunci dalam menyusun strategi perubahan pola pikir dan perilaku.

Di sinilah kerja sama Anda juga dibutuhkan. Selain harus lebih interaktif, tentunya Anda tak mau psikoterapi berakhir sia-sia hanya karena Anda tak melakukan apa yang telah disarankan, bukan?

Namun, ada kalanya psikoterapi tak membuahkan hasil. Bila semua usaha telah dilakukan tapi Anda tak merasakan perubahan apa pun, mungkin terapis yang didatangi tidak sesuai dengan tujuan terapi. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk memilih terapis yang tepat sebelum melakukan psikoterapi.

3. Anda akan diberikan resep obat

mitos psikoterapi harus minum obat
Sumber: Pharmaceutical Technology

Mitos tentang psikoterapi ini juga masih dipercaya. Sebabnya, belum banyak yang mengetahui bahwa jenis profesi untuk kesehatan mental tidaklah hanya ada satu jenis yang bekerja untuk semuanya.

Mungkin ada yang mengira bahwa datang ke psikoterapi sama saja dengan datang ke psikiater. Padahal keduanya sangatlah berbeda.

Psikiater ditangani oleh dokter spesialis yang mendalami ilmu kesehatan jiwa atau psikiatri. Permasalahan yang ditangani lebih rumit dan membutuhkan perawatan khusus. Psikiater juga yang mendiagnosis pasien yang memiliki gangguan mental seperti bipolar dan skizofrenia.

Sedangkan psikoterapi diberikan oleh psikolog, konselor, atau pekerja sosial. Karena psikolog bukanlah dokter medis, mereka umumnya tidak bisa meresepkan obat atau melakukan prosedur medis lainnya.

Meski berbeda, keduanya sering kali bekerja sama. Dokter psikiatri bertugas memberi obat dan penanganan medis seperti terapi otak. Lalu, psikolog akan bertugas memberi psikoterapi yang masih menjadi metode utama untuk hasil jangka panjang.

4. “Pasangan saya psikolog, saya tak perlu datang terapi.”

Berbicara dengan pasangan tentang ketemuan sama mantan

Anda bisa saja berpikir buat apa mengeluarkan biaya untuk psikoterapi jika bisa berkonsultasi dengan orang terdekat secara cuma-cuma. Sayangnya, hal ini tidak serta merta bisa menjadi satu-satunya pegangan Anda.

Profesi terapis telah melalui pendidikan dan pelatihan khusus untuk bisa mendengarkan dan memecahkan masalah tanpa memihak. Sebagai orang yang bekerja dengan profesional, mereka didorong untuk memberikan solusi yang bersifat netral tanpa bersifat menghakimi.

Sementara itu, sekalipun orang terdekat berprofesi sebagai terapis, mereka memiliki kecenderungan untuk menghibur Anda. Mereka biasanya akan memberitahu hal-hal positif tentang Anda, lagi-lagi dengan tujuan untuk membuat Anda merasa lebih baik.

Jika Anda menginginkan solusi yang objektif apalagi bila masalah tersebut sudah mulai mengganggu rutinitas harian, lebih baik lakukan psikoterapi dengan terapis profesional yang tidak memiliki hubungan dengan Anda.

Melakukan psikoterapi memang bukan perkara mudah. Butuh keberanian dan banyak pertimbangan yang harus Anda pikirkan. Meski demikian, pergi konsultasi dengan psikoterapi tidak menjadikan Anda orang lemah.

Malahan, hal tersebut dapat menjadi pencapaian yang positif untuk perkembangan diri dan kesehatan mental Anda. Jadi, jangan ragu untuk pergi ke psikoterapis bila memang butuh bantuan. Lakukan juga persiapan sebaik mungkin agar terapi berjalan lancar.

Itulah tadi informasi mengenai Mitos Seputar Psikoterapi yang Salah Kaprah oleh - homecare24.xyz dan sekianlah artikel dari kami homecare24.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

Mitos Seputar Psikoterapi yang Salah Kaprah oleh - homecare24.xyz

By Blog Terbaru → Jumat, 03 Juli 2020

Halo sahabat selamat datang di website homecare24.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Manfaat Terapi Akupuntur untuk Gangguan Sistem Saraf Tepi oleh - homecare24.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Mungkin sebagian dari Anda sudah mengenal jenis pengobatan alternatif terapi akupuntur. Bahkan, mungkin sekarang ini Anda sedang melakukan terapi ini untuk membantu mengatasi gangguan kondisi kesehatan yang sedang dialami. Dari berbagai manfaat dari terapi akupuntur, apakah salah satunya dapat memberikan efek atau dampak positif pada gangguan sistem saraf tepi? Ketahui jawabannya dengan membaca penjelasan berikut ini.

Mengenai terapi akupuntur

terapi akupuntur untuk psoriasis

Akupuntur merupakan sebuah teknik medis untuk meredakan nyeri dan meringankan gejala dari sebuah penyakit.

Jarum akan dimasukan pada titik-titik di tempat tekanan tubuh berada dengan tujuan untuk merangsang fungsi sistem saraf. Hal ini kemudian akan membuat Anda melepaskan hormon endorfin yang merupakan pereda nyeri alami yang terdapat dalam tubuh.

Endorfin akan dilepaskan pada beberapa bagian tubuh seperti otot, tulang belakang, dan otak. Teknik akupuntur mengubah respon tubuh Anda terhadap rasa sakit sehingga dapat meringankan gejala dari sebuah gangguan kesehatan.

Benarkah akupuntur bermanfaat bagi gangguan sistem saraf tepi?

akupunktur untuk diabetes

Sebuah artikel yang diterbitkan oleh National Certification Commission for Acupuncture and Oriental Medicine membahas manfaat terapi akupuntur dalam merawat gangguan sistem saraf tepi.

Artikel tersebut menyatakan, gejala dari gangguan sistem saraf tepi seperti nyeri dan menurunnya fungsi saraf muncul karena disebabkan oleh terhambatnya energi chi dan darah.

Energi chi merupakan istilah yang berasal dari pengobatan Cina yang mengacu pada energi vital dalam tubuh. Fungsinya adalah untuk mengatur keseimbangan energi dalam tubuh, termasuk kemampuan pemulihan Anda.

Ketika energi chi dan darah tidak mengalir dengan normal, sel-sel dan jaringan dalam tubuh jadi tidak mendapat nutrisi dan dapat memicu nyeri dan gangguan fungsi.

Terapi akupuntur pada umumnya melibatkan proses penusukan jarum di area atau tempat gejala dirasakan untuk mengembalikan kekuatan energi chi dan aliran darah.

Dengan demikian, akupuntur dapat membantu meringankan gejala yang timbul akibat gangguan sistem saraf tepi, sekaligus mengembalikan kekuatan dan meningkatkan fungsi tubuh secara keseluruhan.

Penelitian pun telah menunjukkan manfaat terapi akupuntur untuk membantu meningkatkan kondisi saraf. Ditambah lagi, organisasi kesehatan dunia WHO, juga telah mengakui bahwa akupuntur merupakan salah satu terapi untuk membantu meringankan gejala dari gangguan sistem saraf tepi.

Sebuah jurnal yang diterbitkan di Cina juga menemukan hasil positif tentang akupuntur dari sebuah studi yang melibatkan pengidap gangguan sistem saraf tepi akibat komplikasi diabetes.

Selama 15 hari, pengidap gangguan sistem saraf tepi melakukan terapi akupuntur dan hasilnya terlihat jelas bahwa akupuntur dapat meringankan gejala dari penyakit ini.

Apakah terdapat efek samping dari terapi akupuntur?

akupuntur untuk depresi

Jika dibantu oleh tenaga profesional atau yang memiliki lisensi, terapi akupuntur memiliki efek samping yang sangat sedikit hingga tidak ada sama sekali.

Namun, Anda mungkin dapat mengalami beberapa hal, seperti:

  • Sakit dan lebam. Anda pasti akan merasakan sakit ketika jarum menusuk kulit, meski memang setiap orang akan merespon tusukan jarum berbeda-beda. Selain itu, bekas luka juga besar kemungkinan akan menjadi bagian dari terapi yang sulit untuk dihindari.
  • Cedera. Hal ini mungkin terjadi jika akupuntur dilakukan sembarangan atau tidak oleh tenaga ahli. Jarum dapat masuk terlalu dalam dan melukai organ.
  • Infeksi. Jarum yang digunakan harus selalu steril. Pastikan untuk menanyakan kebersihan dan kualitas jarum sebelum melakukan terapi.

Terapi akupuntur dapat menjadi alternatif pengobatan bagi pengidap gangguan sistem saraf tepi.

Namun, jika Anda tertarik untuk melakukan terapi ini, pastikan untuk menemui ahlinya atau profesional yang memiliki lisensi.

Selain itu, pastikan berkonsultasi pada dokter yang biasa memeriksa gangguan sistem saraf Anda. Tanpa diagnosis yang tepat dan rekomendasi secara medis, terapi akupuntur bisa berbalik memperburuk gejala atau bahkan melukai Anda.

Itulah tadi informasi mengenai Manfaat Terapi Akupuntur untuk Gangguan Sistem Saraf Tepi oleh - homecare24.xyz dan sekianlah artikel dari kami homecare24.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

Manfaat Terapi Akupuntur untuk Gangguan Sistem Saraf Tepi oleh - homecare24.xyz

By Blog Terbaru → Minggu, 28 Juni 2020

Halo sahabat selamat datang di website homecare24.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar 7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol oleh - homecare24.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Usia 20-an biasanya merupakan saat-saat di mana orang muda menikmati gaya hidup yang bebas. Menjaga makanan yang Anda konsumsi, pola tidur, dan olahraga jadi tampak kurang penting karena kesibukan dan tekanan yang dihadapi. Padahal, Anda yang berusia 20 tahun ke atas lebih rentan terserang berbagai penyakit sebagai dampak dari meningkatnya kadar kolesterol secara alami. Maka, penting bagi Anda untuk memahami apa itu kolesterol dan serba-serbinya sejak dini. Lalu, apa itu kolesterol?

Apa itu kolesterol?

Kolesterol merupakan senyawa dengan sifat mirip lemak yang hidup secara alami dalam hampir setiap bagian tubuh Anda seperti otak, saraf, otot, usus, hati, dan jantung. Kolesterol datang dari dua sumber, diproduksi oleh hati atau lewat makanan yang Anda konsumsi.

Apa bedanya kolesterol baik dan kolesterol jahat?

Ada dua jenis kolesterol dalam tubuh. Kolesterol yang dibutuhkan oleh tubuh dikenal dengan istilah kolesterol baik atau high density lipoprotein (HDL). Tugas HDL dalam tubuh adalah menghalau dan mencegah penimbunan kolesterol jahat dalam arteri. Sementara itu, kolesterol jahat atau low density lipoprotein (LDL) berjumlah 60 hingga 70 persen dari total kadar kolesterol dalam tubuh. LDL bisa menumpuk pada arteri dan menyebabkan berbagai penyakit jantung.

Berapa tingkat kolesterol yang normal dalam tubuh?

Angka kolesterol normal yang disarankan para dokter secara umum adalah di bawah 200. Jika Anda melakukan tes kadar kolesterol, pastikan Anda mendapat rincian hasil HDL dan LDL juga. Kadar HDL yang baik adalah 60, tapi semakin tinggi angkanya justru semakin baik bagi Anda. Sementara itu kadar LDL yang aman adalah di bawah 100. Sebaiknya Anda berkonsultasi langsung dengan dokter untuk mengetahui kadar kolesterol yang normal bagi tubuh Anda. Menurut American Heart Association, Anda perlu mengecek kadar kolesterol paling tidak setiap lima tahun sekali. Anda juga bisa melakukan pemeriksaan mandiri di rumah dengan bantuan alat-alat kesehatan.

Bahaya tingkat kolesterol yang terlalu tinggi

Kadar kolesterol LDL yang terlalu tinggi berbahaya bagi kesehatan. LDL akan menumpuk pada arteri sehingga membentuk plak yang akan menghalangi sirkulasi darah dalam tubuh. Jika yang terhalang adalah arteri yang memompa darah ke otak, Anda berisiko terserang stroke. Kalau yang terhalang adalah arteri yang memasok darah ke jantung, Anda berisiko kena serangan jantung.

Gejala dan tanda-tanda kolesterol tinggi

Kadar kolesterol tinggi umumnya tidak menunjukkan gejala atau tanda-tanda sebelumnya. Kolesterol tinggi hanya bisa dideteksi dengan menjalani tes darah yang bisa mengukur kadar kolesterol dalam tubuh Anda. Pusing atau sakit kepala yang banyak dikeluhkan orang dengan kadar kolesterol tinggi merupakan gejala stroke, bukan gejala kolesterol tinggi itu sendiri.  

Apa saja pemicu kolesterol tinggi?

Ada berbagai macam hal yang bisa memicu kadar kolesterol yang tinggi. Namun, untungnya berbagai hal ini bisa Anda cegah dan kendalikan demi menjaga kadar kolesterol yang normal.

1. Pola makan

Mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung banyak kolesterol, lemak trans, dan lemak jenuh bisa meningkatkan kadar kolesterol Anda. Maka, sebisa mungkin imbangi dengan mengonsumsi sayur dan buah-buahan, gandum dan kacang-kacangan, dan makanan yang direbus atau dipanggang, bukan digoreng.

2. Berat badan

Kelebihan berat badan bisa meningkatkan risiko penyakit jantung yang diakibatkan oleh kadar kolesterol tinggi. Sementara itu, menjaga berat badan yang ideal bisa membantu menstabilkan kadar kolesterol baik dan jahat dalam tubuh.  

3. Aktivitas fisik

Kurang berolahraga dan beraktivitas fisik berisiko meningkatkan kadar kolesterol Anda. Usahakan untuk berolahraga secara rutin setiap hari selama paling sedikit 30 menit.

4. Usia dan jenis kelamin

Pada usia 20-an, kadar kolesterol dalam tubuh akan mulai meningkat secara alami. Seiring bertambahnya usia, kadar kolesterol akan semakin mudah naik. Biasanya kadar kolesterol pada pria lebih cepat meningkat di usia muda, tapi setelah menopause wanita akan jadi semakin rentan pula. Hal ini dipengaruhi kadar hormon estrogen pada wanita yang belum menopause sehingga kadar kolesterol dalam tubuh wanita lebih seimbang dibanding laki-laki. 

5. Keturunan

Bila dalam keluarga Anda ada sejarah kadar kolesterol yang tinggi, kemungkinan Anda akan mewarisinya. Ini karena kadar kolesterol dalam tubuh bisa diturunkan secara genetik.

6. Merokok

Asap dan zat-zat berbahaya yang terkandung dalam rokok bisa menurunkan kadar kolesterol baik dalam tubuh. Selain itu, merokok dan menjadi perokok pasif juga bisa meningkatkan risiko pemblokiran arteri yang bisa mengakibatkan berbagai masalah jantung seperti tekanan darah tinggi dan diabetes.

Obat-obatan apa yang bisa membantu menurunkan kadar kolesterol?

Jika dokter telah memberikan diagnosis kadar kolesterol Anda terlalu tinggi, biasanya Anda akan diberi resep obat-obatan yang bisa membantu menjaga kadar kolesterol agar tetap stabil dan normal. Obat tersebut antara lain statin, asam fibrat, resin pengikat asam empedu, dan penghambat absorpsi kolesterol. Namun, perlu diingat bahwa obat-obatan yang diresepkan bukanlah pengganti gaya hidup sehat. Anda tetap harus menjalani pola makan yang sehat dan seimbang, olahraga rutin, dan perubahan gaya hidup agar kadar kolesterol tidak melonjak.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Itulah tadi informasi mengenai 7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol oleh - homecare24.xyz dan sekianlah artikel dari kami homecare24.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol oleh - homecare24.xyz

By Blog Terbaru → Minggu, 21 Juni 2020